Konfigurasi Database
KONFIGURASI DATABASE
a. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran yang dilakukan pada lab kali ini meliputi sebagai berikut:
1. Mengetahui apa itu Database
2. Mempelajari bagaimana cara melakukan konfigurasi Database
b. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran yang dilakukan saat ini yang berisikan informasi terkait materi yang diberikan yaitu cara mengkonfigurasi Database. sebelum memasuki materi cara konfigurasi Database, apa sih Database itu? Database atau basis data adalah kumpulan data yang terorganisir dan disimpan secara elektronik untuk memudahkan akses dan pengelolaan. Database dapat berisi berbagai jenis data, seperti kata, angka, gambar, video, dan file. Database memiliki beberapa fungsi, di antaranya:
- Menyimpan, mencari, dan membuang informasi
- Mengurangi duplikasi data
- Menghemat dana karena tidak membutuhkan banyak tempat penyimpanan
- Mengidentifikasi data dengan mudah
- Meningkatkan keamanan data
1. Langkah pertama yaitu cek konektivitas terlebih dahulu dengan perintah ping google.com untuk bisa melakukan konfigurasi database.
2. Install mariadb dengan perintah apt install mariadb-server -y. perintah ini berfungsi untuk mengunduh dan menginstal MariaDB Server, sebuah sistem manajemen basis data (DBMS) yang kompatibel dengan MySQL dan sering digunakan untuk aplikasi web dan pengelolaan data.
3. Masuk dengan perintah mysql -u root -p serta password yang digunakan. Perintah ini berfungsi untuk membuka antarmuka command-line MySQL/MariaDB dengan login sebagai pengguna root, yaitu pengguna administratif dengan hak akses penuh ke semua database dan konfigurasi.
4. Cek database dengan perintah show databases;. perintah ini berfungsi untuk menampilkan daftar nama semua database yang tersedia di server MySQL/MariaDB yang dapat diakses oleh pengguna yang sedang login. Hasilnya mencakup database default (seperti information_schema, mysql, dan performance_schema) serta database yang telah dibuat pengguna.
6. Buat tabel dengan perintah use db_CV ( nama data ), lalu ketik create table datasiswa( dengan mengisi tabel yang perlu dimasukan apa saja seperti:
-> no int auto increment primary key,
-> nama varchar(30),
-> alamat varchar(100),
-> tanggal lahir varchar(100),
-> no telp varchar(30),
-> alamat email varchar (100), -> asal sekolah varchar(100),
-> nama orangtua varchar(30));
7. Lalu masukan perintah show tables; untuk melihat nama data yang sudah dibuat dalam data db_CV, setelah itu masukan perintah describe datasiswa; untuk melihat isi data datasiswa yang sudah dibuat sebelumnya.
8. Buat data nama yang ingin dimasukan ke dalam database seperti insert into datasiswa (nama,alamat,tanggal_lahir,no_telp,alamat_email,asal_sekolah,nama_orangtua) values ('Adi Saputra', 'jl. Merpati No. 5', '2000-01-18, 081234567890', 'adi@gmail.com', 'SMA Negeri 1 Jakarta', 'budi Saputra'),
9. Untuk melihat data yang sudah dibuat terdapat di dalam tabel yaitu dengan perintah select * from datasiswa;
10. Untuk melakukan backup database yaitu dengan perintah mysqldump db_CV > data-dump.sql. Perintah ini berfungsi untuk membuat cadangan database bernama db_CV dan menyimpannya dalam file bernama data-dump.sql. File ini berisi semua perintah SQL yang diperlukan untuk merekonstruksi database (struktur tabel, indeks, dan data).lalu untuk melihat hasilnya yaitu dengan perintah head -n 5 data-dump.sql. Perintah ini berfungsi untuk membaca file data-dump.sql dan menampilkan hanya 5 baris pertama dari file tersebut di terminal. Hal ini berguna untuk memeriksa bagian awal file tanpa membukanya sepenuhnya.
11. Untuk melakukan restore yaitu dengan membuat nama data baru dan dimasukan ke dalam backupaan yang sudah dibuat sebelumnya dengan perintah create database databackup2;
Komentar
Posting Komentar